Minggu, 02 Juli 2017

Maaf telah Mendo'akanmu

🌾Maaf telah Mendo'akanmu...🌾 .
.
Ya mungkin itulah kalimat yang tepat 
Kalimat tanda permohonan maaf 
Sekaligus sepenggal kata yang sulit terucap .
.
.
Aku mohon maaf... .
Tanpa kau tau diam-diam aku mendoakanmu 
Tanpa kau tau diam-diam aku mengagumimu 
Tanpa kau tau diam-diam aku memintamu .
.
Diam-diam...
.
Ya aku mencoba menyimpan semuanya diam-diam 
Diam-diam aku menahan cemburuku 
Diam-diam aku menahan marahku .
.
Dan pada akhirnya.... .
Tiba dimana aku berani mengungkapnya
Tiba akhirnya kau pun tau ada yang berbeda 
Tiba dimana aku sadar ini salah .
.
Ya... Aku sadar .
Aku kembali menduakan-Nya 
Aku kembali membuat-Nya cemburu 
Dan Aku kembali pada diriku dimasalalu .
.
Namun.. Ini semua bukan salahmu .
Ini salahku.. Aku sadar dari awal ini salah
Namun aku terlalu mengikuti syahwat dalam diriku .
.
Aku tau kita hanya sekedar berteman, tak lebih
Tapi apa kau tau? 
Berteman denganmu tak kuanggap sama dengan yang lain 
Selalu ada desir dan gemuruh didada kala kita bertegur sapa .
.
Salahhhh salahhh dan salahhh .
Aku harus sadar dan kembali pada-Nya 
Aku harus mengikhlaskanmu 
Aku harus melupakan rasaku dan menyimpannya .
.
Kini Dia telah memberi "jarak" pada kita 
Semoga ini jalan agar Aku secepatnya dapat mengikhlaskanmu
Jaga dirimu disana baik-baik .
.
Namun.. (lagi) Aku mohon maaf .
.
Jika masih kurindui kau dalam sujudku
Jika masih kusimpan namamu dalam doaku
Jika masih kau yang kuminta dan kuharapkan .
.
Selagi memperbaiki diri kita masing-masing,
Bolehkan aku melakukan rutinitasku?
Mendoakanmu sampai aku bosan, 
sampai aku tahu jawabannya? 
R-6 Syawal 1438H .
.
Read more

BIDADARI DUNIAKU


.
Untukmu Bidadari yang akan menemaniku kelak jika Allah Meridloi.
.
Kamu tau resikonya nanti jika sudah menjadi seorang istri? Ya, kamu akan meninggalkan orangtua yang sudah merawatmu selama ini, lebih fokus mementingkanku daripada orangtuamu. Sementara aku, masih harus mementingkan orangtuaku. Aku harap kamu tidak cemburu untuk hal itu.
.
Saat kamu sudah memilihku nanti, aku harap tidak ada penyesalan terhadap pilihanmu. Karna aku berharap kamu benar-benar memilihku bukan karna kasihan atau yang lainnya, tapi karna ingin menyempurnakan kita, menyempurnakan segala yang separuh dalam diri kita.
.
Ketika saat kamu sudah bersamaku nanti, aku masih berharap kamu tidak menyesal telah melalui hari-hari yang sederhana bersamaku. Karna aku berharap kita selalu bahagia, terutama kebahagiaan kamu. Bahagiaku tidak usah ditanya, karna aku yang memilihmu sebagai Bidadari Duniaku.
.
Tapi saat kamu merasa bosan denganku, aku juga akan berharap kamu tidak menyesal telah hidup denganku. Karna kamu tau, selain membahagiakanmu, masih ada orangtuaku yang harus aku bahagiakan. Semoga kamu tetap tidak cemburu terhadap orangtuaku, hanya perlu sedikit pengertianmu saja.
.
Dan ketika kita sudah tidak bersama, entah aku yang pergi duluan dipanggil-Nya atau kamu, aku tetap berharap kamu tidak pernah menyesal sudah menghabiskan sisa waktumu untuk bersamaku. Percayalah, menyempurnakan segala separuh diriku dengan cara bersamamu sudah membuatku sangat bahagia.
.
Aku selalu berharap kamu tidak menyesal akan diriku, karena penyesalan itu adalah suatu kesadaran akan perbuatan bodoh kita, dan sampai kapanpun aku akan berharap kamu tidak pernah menyesal denganku, dengan cara memilihku sebagai pilihanmu untuk membersamaiku dalam kehidupanmu. Dan aku berharap Allah Meridloi kita, karna Allah pasti Ridlo sebab Ridlo orangtua kita.
.
Dariku yang akan membersamaimu.
Read more

Masih teringat mimpi mimpi semu yg kau ikrarkan Hingga akhirnya sirna, hilang tanpa kenyataan



Ketika cintaku berhasil kau padukan dengan rasamu
Ketika itulah aku menyatukan semua rasaku dalam pelabuhan hatimu
Begitu mewahnya kau olah dengan varian tingkah laku
Begitu cantik tuturmu yg takpernah ku tau maksud yg kau tuju

Aku terpesona dengan rayuanmu
Aku terpukau oleh sandiwaramu
Aku terkagum oleh indah peranmu .
."Waah, Amazing, masyaAllah" sontak hatiku berbicara
Mulutku tak bisa berkata apa apa
Tercengang dalam rasa penuh bangga
Terdiam membisu seribu bahasa

Setelah aku terbangun
Ternyata itu sebuah halusinasi mimpi
Jika mimpi, mungkin bisa ku wujudkan
Jika halusinasi mimpi? Entahlah

Sungguh
Aku sama sekali tak memahami akhir dari kisah ini
Padahal, Aku pernah bermimpi dalam waktu dekat akan minta restu agar ikatan ini suci
Namun, nyatanya
Aku, Kau tinggalkan
Aku, Kau asingkan
Suara janji janji itu terlupakan

Dulu kau berjanji, kebersamaan yg tak terpisahkan
Kini kau tinggalkan perpisahan yg tak terlupakan
Begitu kejam kau tikam hati ini
Kau bawa aku terbang
Lalu kau jatuhkan dari ketinggian

Ya, semoga Allah mengampuni dosa dosa kita
Walau pada akhirnya tak bisa kita tebus dengan cinta suci dariNya

Aku baru menyadari
Ternyata Allah tak menyukai cinta seperti ini
Dan aku bersyukur atas petunjuk Allah dikahir kisah ini
Meski kau tinggalkan perpisahan yg tak terlupakan
Biarlah, biar kenangan tetap abadi sebagai pertimbangan cinta yg berbeda
Ya, cinta yg direstuiNya, melalui halal di buku KUA
Biarlah, biar aku menata diri sembari menanti Allah jatuhkan yg pantas menurut Nya

Terimakasih
Untuk perpisahan yg tak terlupakan
Untuk kenangan yg mengabdi dalam pikiran

Karenamu aku belajar
Karenamu aku tersadar
Bahwa cinta yg selama ini kita banggakan
Diam diam menggerogoti iman
Mengikis amal secara perlahan
Melancarkan seknario nafsu syaitan

Mohon segala salah dariku
Kau berlapang dada menerimanya
Karena segala salah darimu
Telah aku ikhlaskan, termasuk ikhlas melihat bahagiamu bersamanya

Ya, Semoga kau bahagia
Dan tak mengulangi kisah yg sama
Amin

Terimakasih
Atas perpisahan yg tak terlupakan
Read more

Untukmu yang pernah singgah.



Maaf, jika kali ini aku sedikit lancang menyapamu kembali dalam tulisanku.
Ya, karena tentangmu pernah menjadi indah dalam setiap tarian jemariku.

Sebentar,
Bukan maksutku untuk mengingat semua tentangmu.
Karena tentangmu kini tak lagi menjadi alasan tangis dan tawaku.
Bukankah begitu?

‌Untukmu yang pernah singgah.

Kau datang dalam hidupku begitu cepat.
Dan kau ada dalam hidupku begitu singkat.
Ya, kau pergi dengan caramu yang hebat.

Ada hati yang dengan mudahnya kau patahkan.
Aku tak pernah mempermasalahkan siapa yang paling terluka disini.

Namun yang aku yakini, semua yang telah terjadi adalah sebuah pembelajaran dalam hidupku ini.

Untukmu 
yang pernah singgah.

Setelah kepergianmu, sempat aku merasa takut jika hati ini patah kembali.
Ya, aku sempat takut terluka oleh permainan rasa yang bernama cinta.

Namun kali ini aku sadar.
Jika aku berada dalam cinta yang benar.
Ya, cinta yang berada dalam ridhoNya.
Aku yakin, aku tak pernah terluka.

Dan perihal karma?
Bagiku aku cukup percaya pada janjiNya.
Bahwa DIA lah Sang Maha Adil yang seadil-adilnya.

Untukmu yang pernah singgah.

Entah kini siapa yang menjadi alasan senyumanmu.

Kini aku telah benar-benar mengikhlaskanmu.
Karena meratapi masa lalu hanya akan membuatku candu,
Ya, candu oleh jiwa yang lemah.

Karena meratapi masa lalu hanya akan membuat dia cemburu,
Ya, cemburu karena aku berada dalam cinta yang salah.
Dia?
Ya, dia yang kelak akan dipilihkan Tuhan untukku.
Karena aku percaya pada janjiNya.
Bahwa yang baik akan bersanding dengan yang baik pula.

Dan ya,
Terima kasih telah dan pernah datang dalam hidupku.
Aku tak pernah menyesal akan kehadiranmu.
Sebab kini,
Dari masa lalu, aku bisa menghadapi masa depan dengan lebih baik lagi.
Read more

Seuntai pesan dari kaum Adam untuk kaum Hawa


Tahukah kalian betapa berbahayanya dirimu?
Tiap jengkal dan lekuk tubuhmu adalah racun yang begitu sempurna.
Yah,sempurna untuk membabat habis keimanan para Adam.
Hawa..Tahukah kamu betapa berharganya dirimu?
Hingga Allah meletakkan surga yang agung di telapak kakimu.
Hingga Rasul menyebutmu tiga kali lebih pantas dihormati dari pada Adam.
Maka jadikan dirimu layak dihargai.
Tapi tahukah betapa sakit hatiku?
Ketika aku mendapatkanmu di jalan-jalan,kau umbar auratmu dengan bangga.
Ketika lekuk tubuhmu begitu mudahnya dinikmati.
Mereka laki-laki yang tak halal bagimu.
Ketika kau dengan bebasnya tertawa pada laki-laki yang menatapmu,seolah ia ingin menerkammu.
Oh Hawa ingatlah sebagian besar penghuni neraka adalah kaum wanita.
Tak inginkah kamu dihargai & dihormati mereka karena kecerdasan dan kehormatanmu?
Ketahuilah wanita kau indah karena sifat malumu.
Kau mulia karena akhlak dan kehormatanmu.
Sukakah kau jika mereka menyukaimu karena betapa cantiknya kamu?
Karena betapa rampingnya tubuhmu?
Atau karena betapa putihnya kulitmu?
Merasa berhargakah kalian ketika tak ada lagi yang tersembunyi dari dirimu?
Lalu bagaimana kau mampu mengharapkan laki-laki yang mendampingimu kelak adalah laki-laki yang mulia? Laki-laki yang menjaga kehormatannya?
Masihkah kalian mengharapkan yang terbaik sementara diri berlumur dosa?
Sementara harga diri tercabik dan ternoda?
Tapi jangan takut saudariku..
Rabb kita,Allah Maha Pengampun.
Tak ada kata terlambat selama jiwa masih dalam raga.
Percayalah walau dosa membumbung tinggi,ampunan-Nya melangit luas
Kembalilah pada fitrahmu.
Kau indah karena sifat malumu
Jaga dirimu saudariku.
Kau terlalu berharga
Read more

Minggu, 23 April 2017

Ini adalah kartini masa modern yang memperjuangkan bangsa ini dengan memberi pendidikan dan inspirasi bagi mahasiswa, mereka lah kartini yang hebat, mampu menempatkan diri sebagai wanita yang sukses diluar sana tetapi tetap bisa mengkontrol kodrat mereka sebagai wanita, ini lah kartini yang sebenarnya
Read more

Kamis, 23 Februari 2017

Contoh Puisi 2

JASA TAK TERLUPAKAN

Ibu...
kau membimbingku selama satu tahun
kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah

Ibu....
kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu...
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan

Ibu...
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek

Ibu...
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku

Ibu... 
terimakasih atas jasa-jasamu jika aku 
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu

TAK TERGANTI

Ketika kupandang lekat pada sudut matamu
Tersimpan derita yang begitu mendalam
Aku tahu disana banyak tersimpan air mata untuk kami anakmu

Air mata yang telah kami lakukan
Ibu
Kamu selalu berharap kami anakmu yang kan jadi nomor satu
Namun sering kali kami melawan dan melalaikan perintahmu

Kami selalu membuatmu bersedih
Mulai sekarang aku bertekad untuk menghapusair matamu...
dan menggantinya dengan canda dan tawa

Terima kasih Ibu
Kau takkan pernah tergantikan di dalam hati kami anakmu

TANGISAN MATA BUNDA

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku
Read more