.
Ya mungkin itulah kalimat yang tepat
Kalimat tanda permohonan maaf
Sekaligus sepenggal kata yang sulit terucap .
.
.
Aku mohon maaf... .
Tanpa kau tau diam-diam aku mendoakanmu
Tanpa kau tau diam-diam aku mengagumimu
Tanpa kau tau diam-diam aku memintamu .
.
Diam-diam...
.
Ya aku mencoba menyimpan semuanya diam-diam
Diam-diam aku menahan cemburuku
Diam-diam aku menahan marahku .
.
Dan pada akhirnya.... .
Tiba dimana aku berani mengungkapnya
Tiba akhirnya kau pun tau ada yang berbeda
Tiba dimana aku sadar ini salah .
.
Ya... Aku sadar .
Aku kembali menduakan-Nya
Aku kembali membuat-Nya cemburu
Dan Aku kembali pada diriku dimasalalu .
.
Namun.. Ini semua bukan salahmu .
Ini salahku.. Aku sadar dari awal ini salah
Namun aku terlalu mengikuti syahwat dalam diriku .
.
Aku tau kita hanya sekedar berteman, tak lebih
Tapi apa kau tau?
Berteman denganmu tak kuanggap sama dengan yang lain
Selalu ada desir dan gemuruh didada kala kita bertegur sapa .
.
Salahhhh salahhh dan salahhh .
Aku harus sadar dan kembali pada-Nya
Aku harus mengikhlaskanmu
Aku harus melupakan rasaku dan menyimpannya .
.
Kini Dia telah memberi "jarak" pada kita
Semoga ini jalan agar Aku secepatnya dapat mengikhlaskanmu
Jaga dirimu disana baik-baik .
.
Namun.. (lagi) Aku mohon maaf .
.
Jika masih kurindui kau dalam sujudku
Jika masih kusimpan namamu dalam doaku
Jika masih kau yang kuminta dan kuharapkan .
.
Selagi memperbaiki diri kita masing-masing,
Bolehkan aku melakukan rutinitasku?
Mendoakanmu sampai aku bosan,
sampai aku tahu jawabannya?
R-6 Syawal 1438H .
.
0 komentar