Minggu, 02 Juli 2017

Untukmu yang pernah singgah.



Maaf, jika kali ini aku sedikit lancang menyapamu kembali dalam tulisanku.
Ya, karena tentangmu pernah menjadi indah dalam setiap tarian jemariku.

Sebentar,
Bukan maksutku untuk mengingat semua tentangmu.
Karena tentangmu kini tak lagi menjadi alasan tangis dan tawaku.
Bukankah begitu?

‌Untukmu yang pernah singgah.

Kau datang dalam hidupku begitu cepat.
Dan kau ada dalam hidupku begitu singkat.
Ya, kau pergi dengan caramu yang hebat.

Ada hati yang dengan mudahnya kau patahkan.
Aku tak pernah mempermasalahkan siapa yang paling terluka disini.

Namun yang aku yakini, semua yang telah terjadi adalah sebuah pembelajaran dalam hidupku ini.

Untukmu 
yang pernah singgah.

Setelah kepergianmu, sempat aku merasa takut jika hati ini patah kembali.
Ya, aku sempat takut terluka oleh permainan rasa yang bernama cinta.

Namun kali ini aku sadar.
Jika aku berada dalam cinta yang benar.
Ya, cinta yang berada dalam ridhoNya.
Aku yakin, aku tak pernah terluka.

Dan perihal karma?
Bagiku aku cukup percaya pada janjiNya.
Bahwa DIA lah Sang Maha Adil yang seadil-adilnya.

Untukmu yang pernah singgah.

Entah kini siapa yang menjadi alasan senyumanmu.

Kini aku telah benar-benar mengikhlaskanmu.
Karena meratapi masa lalu hanya akan membuatku candu,
Ya, candu oleh jiwa yang lemah.

Karena meratapi masa lalu hanya akan membuat dia cemburu,
Ya, cemburu karena aku berada dalam cinta yang salah.
Dia?
Ya, dia yang kelak akan dipilihkan Tuhan untukku.
Karena aku percaya pada janjiNya.
Bahwa yang baik akan bersanding dengan yang baik pula.

Dan ya,
Terima kasih telah dan pernah datang dalam hidupku.
Aku tak pernah menyesal akan kehadiranmu.
Sebab kini,
Dari masa lalu, aku bisa menghadapi masa depan dengan lebih baik lagi.
Load disqus comments

0 komentar